Jarak

Mengamati imel teman saya Site, saya jadi tercenung:


"... jarak antara kantor lama dan tempat tinggalku sekarang cuma 5 menit, bisa jalan kaki pula.. sementara dengan kantor sekarang jaraknya 1,5 jam.."


Saya jadi ingat satu software bernama "unit converter" yang dulu sering saya pakai. Misalnya, 1 Knot jarak tempuh sebuah kapal laut yang dikonversi ke Kilometer akan menjadi 1,852 km. Atau, 1 jam jika dikonversi ke menit menjadi 60 menit, dan jika dikonversi ke detik maka hasilnya adalah 3.600 detik.

Lah, gimana kalau konversinya ke satuan waktu? Di tengah kemacetan yang nyaris tak bisa diprediksi setiap hari di Jakarta ini, susah untuk mengatakan jarak antara kantor kami di bilangan Menteng dan Ciputat adalah 60 menit. Untuk kasus Site, bisa jadi kalau pengaturan lalu lintas tetap tidak tuntas sampai 3 tahun kedepan, maka jarak kantor dan tempat tinggalnya akan bertambah menjadi 2,5 jam. Lebih enak mengukur jarak dengan satuan meter atau kilometer. Lebih jelas, asalkan disebut jalan mana saja yang dilalui :) .

6 comments

  1. musida  

    October 15, 2008 at 5:39 PM

    Tantangan buat para programmer nich, untuk bikin converter jarak ke waktu,mogok ke waktu, macet ke waktu dan mesin jam karet yang punya presisi tinggi. Dijamin mumet itu programmer...

  2. Herman  

    October 15, 2008 at 6:36 PM

    Ha ha ha, tantangan menarik. Coba aja tuh, hayo siapa yang berani?

  3. crizosaiii  

    October 21, 2008 at 9:33 PM

    kak.. ambo masukin link webnyo ke blogku yah. :D

  4. Herman  

    October 22, 2008 at 8:58 AM

    Silahkan Criz. Terima kasih sudah menganggap blog ini layak untuk dilink. Nanti blogmu jugo kupasang di blogrollku.

  5. chodirin  

    October 28, 2008 at 2:51 PM

    kalo disebut jalan mana yg di lalui itu namanya bukan jarak lagi, tapi lintasan..

    wong bengkulu kah? wong kito galo? hahaha

  6. Herman  

    October 28, 2008 at 4:09 PM

    Chodirin,

    maksudnya, kalau ada yang mau membuktikan jarak yang disebutkan, bisa saja dengan mengikuti kembali lintasan yang itu. Dari pencatat jarak di kendaraan kita akan diketahui berapa jarak sesungguhnya.

    Yup, aku wong Bengkulu. Kapan-kapan mampir Jakarta, kontak yo. Kita bisa ngobrol-ngobrol dengan blogger Bengkulu yang ada di Jakarta. Atau pun saat mudik, kita bisa kumpul-kumpul jugo.

Post a Comment