Perdagangan bayi

Saya baru saja mengikuti presentasi teman sekantor tentang perjalanannya ke beberapa negara bagian di Amerika. Ia mengunjungi sekitar 30 organisasi non profit di sana.

Ada banyak pelajaran mengenai gerakan organisasi non profit dari cerita yang saya dapat, namun ada satu hal yang sangat mengagetkan. Salah satu organisasi yang dikomandani oleh seorang perempuan, berkutat pada isu perdagangan manusia (trafficking). Jika di Indonesia lebih banyak perempuan yang masih anak-anak yang diperdagangkan, terutama untuk industri hiburan, dan lebih khusus lagi menjadi perempuan penghibur. Organisasi yang diceritakan oleh taman saya ini menangani perdagangan bayi. Bayi tersebut diperjual beli untuk memuaskan nafsu seks laki-laki bejat dan setan berbentuk manusia.

Bayi yang menjadi korban dibawa ke suatu tempat. Lalu ia didiamkan dan tidak diberi makan selama 24 jam. Bayi tersebut akhirnya merasa lapar dan haus. Dalam kondisi lapar dan haus itulah si bayi lalu diambil, dan pelaku lalu menyodorkan penisnya ke mulut bayi. Tentu saja si bayi tidak dapat membedakan antara puting susu ibu dan penis lelaku bejat. Dari situlah si pelaku mendapatkan kenikmatan yang ia inginkan.

Perempuan yang berjuang memberantas perdagangan bayi ini selalu dalam kondisi terancam. Setiap kali keluar daerah, ia selalu menyamar supaya tidak dikenali. Ancaman akan dibunuh oleh sindikasi pelaku bukan sekali dua ia terima.

Mendengar cerita modus perdagangan bayi untuk pemuas seksual ini membuat perut mual. Saya ingin muntah.

11 comments

  1. CIO INDONESIA  

    January 10, 2009 at 10:59 AM

    hmm... tanda-tanda mau ki-amat; banyak terjadi pembauran watak manusia vs bukan

  2. yenni  

    January 22, 2009 at 11:07 AM

    Aku muntah beneran :(

  3. yenni  

    February 2, 2009 at 11:28 AM

    Salam, bro...
    Mana postingan yang kau janjikan itu?
    Aku berkunjung brkali-kali kesini...kok belum ada.
    Masih sibuk kah? :)

  4. Herman  

    February 2, 2009 at 5:34 PM

    Yenni,

    Usai menjalani operasi (bedah mulut) untuk menghilangkan gigi ke 8 sebelah kiri, aku dihadapkan agenda besar pekerjaan di kantor selain menyelesaikan laporan akhir program divisi. Padahal mulutku masih terasa nyeris sebab alat pembelah gigi sempat nyrempet dinding mulut dan menyebabkan luka.

    Jadi belum sempat aku memposting tulisan tentang film itu. Tapi perdebatan tentang film itu dapat kamu baca di sini.

  5. Bayu Dardias  

    February 10, 2009 at 7:35 AM

    An evil spirit...
    Baru kali ini aku nyesel masuk ke blog mu man....
    Mendingan gak baca deh, postingan kali ini, nyesek.

  6. Herman  

    February 10, 2009 at 9:17 AM

    Itulah realitas Yu. Ada banyak kejahatan yang tidak kita duga dapat terjadi. Miris sekali kalau mengingat manusia diciptakan Tuhan dengan derajat yang lebih mulia daripada setan.

  7. yenni  

    February 11, 2009 at 10:39 AM

    Hmm... pa kabar gigimu, bro?

    Semoga tuh kerjaan segera kelar, agar aku bisa berdiskusi denganmu tentang tema itu. Bukan dengan orang lain...tetapi denganmu :)

  8. kaurnews  

    February 11, 2009 at 12:12 PM

    oia ini bro image forum kaur mungkin bisa di pajang di blog nya..biar forum rada terkenal hehh..

    http://kaurnews.com/forum/Themes/novelty112/images/png//logo.jpg

  9. purnamawati kadir  

    March 18, 2009 at 11:02 PM

    beneran ceritanya? emang mulut bayi bisa ngisap gituan? ga salah tuh ,puting susu ama gituan kan beda gedenya.

  10. purnamawati kadir  

    March 18, 2009 at 11:09 PM

    oi sanak ambo org bkl jugo ,lah lamo idak balik bkl ambo d klender ,salam kenal untuk he-ning add d fb yo

  11. Herman  

    March 19, 2009 at 10:15 AM

    Hai Purnamawati,

    Terima kasih untuk kunjunganmu. Nama belakangmu sama dengan nama "pakwo" aku di Bengkulu.

    Mengenai beda "gede" itu, tak sampai aku membayangkannya. Kau tahu sendirilah, betapa menjijikan manusia yang melakukan itu.

Post a Comment