Ada hal menarik bagi saya di Hari Anak Nasional kemarin. Ternyata rekomendasi dari hasil Kongres Anak Indonesia pada 21-22 Juli di Bogor telah dikurangi satu butir, yang berbunyi "Kami anak Indonesia menyuarakan perlunya dibentuk kementerian anak untuk merespons kebutuhan anak di Indonesia." Butir ini dianggap sensitif oleh protokoler presiden sehingga harus dihapus.

Untuk menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2008, Pemerintah menunjuk Departemen Sosial untuk menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Kongres Anak Nasional adalah salah satunya. Kongres ini berlangsung pada 21-22 Juli 2008 di Bogor. Hadir pada acara itu sebanyak 330 anak usia 12 sampai 16 tahun dari 33 provinsi. Kongres itulah yang menghasilkan rekomendasi berjudul "Suara Anak Indonesia", yang selengkapnya berbunyi:


  1. Kami anak Indonesia bercita-cita menjadi anak yang kreatif, cerdas, berkualitas, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan diskriminasi.

  2. Kami anak Indonesia membutuhkan perlindungan dari bahaya tembakau agar kami dapat tumbuh berkembang secara wajar.

  3. Kami anak Indonesia bertekad untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran cara hidup sehat, hak kesehatan reproduksi, agar kami terhindar dari bahaya penyakit menular, HIV dan AIDS, serta penggunaan NAPZA.

  4. Kami anak Indonesia bertekad mempersatukan anak bangsa yang berada di daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah terisolasi, dengan adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

  5. Kami anak Indonesia bertekad untuk menyuarakan aspirasi kami melalui forum anak daerah yang akan ditindaklanjuti melalui Kongres Anak Indonesia secara berkelanjutan, sebagai wadah saling berbagi informasi dan pendidikan demokrasi yang santun sejak dini untuk membangun solidaritas anak bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan RI.

  6. Kami anak Indonesia menyuarakan perlunya dibentuk kementerian anak untuk merespons kebutuhan anak di Indonesia.


Puncak acara perayaan Hari Anak Nasional berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah. Presiden SBY bersama beberapa menterinya serta 11.500 anak sekolah yang ikut meramaikan. Ida Ayu Upawita Dewi dari Bali dan dari Sumatera Barat, Syukri, membacakan rekomendasi Kongres Anak secara bergantian di hadapan Presiden. Presiden pun meminta menteri-menteri terkait untuk menindaklanjuti. Sayangnya, rekomendasi terakhir tidak dibacakan karena disortir oleh protokoler kepresidenan dan panitia penyelenggara. "Terlalu politis," kata mereka.

Hari-hari menjelang pemilu 2009 ini ramai nian orang berpolitik. Tapi rekomendasi itu? Ah, bukankah ia suara anak Indonesia? Sebuah paket rekomendasi tentunya boleh-boleh saja diajukan. Anak Indonesia minta menteri, Presiden tentu tak boleh menolak untuk sekedar mendengarkan.

6 comments

  1. Drajat Ahmad G  

    July 28, 2008 at 2:55 PM

    sama2

  2. Drajat Ahmad G  

    July 28, 2008 at 3:09 PM

    bro bikin form kirimcomment kayak gini gemana ya . . .

  3. Herman  

    July 28, 2008 at 3:52 PM

    Drajat, terima kasih untuk kunjungannya.

    Untuk bikin form komentar ini bisa ikuti panduannya disini.

  4. fetro  

    July 31, 2008 at 7:57 AM

    bisa gak ya rekomendasinya dijalankan?

  5. Herman  

    July 31, 2008 at 10:01 AM

    @ Fetro,

    Kita lihat saja apakah semua rekomendasi itu bisa dijalankan atau tidak. Kurang dari setahun Presidennya akan berganti :)

  6. feriawan  

    October 12, 2008 at 11:34 PM

    Masih tentang anak tapi agak OOT: Tanggal 6 Oktober kemarin aku, Ari, Rofi dan seorang temannya dolan ke Qaryah Thayyibah, di blog www.teroriscinta.blog.friendster.com aku tuliskan pengalaman itu. Saya mau ke sana lagi dalam waktu dekat ini: Insya Allah.

Post a Comment